Orang pertama yang membawa materialisme secara langsung maupun tidak langsung adalah Karl Marx. Marx dengan materialisme historisnya bertumpu pada dalil bahwa produksi
dan distribusi barang-barang serta jasa merupakan dasar untuk membantu
membantu manusia mengembangkan eksistensinya. Dengan kata lain,
materialisme historis ini dapat diinterpretasikan yaitu sejarah dari
aspek ekonominya ini menempatkan pertukaran antara barang dan jasa
sebagai syarat untuk menata segenap lembaga sosial yang ada.
Paham materialisme yang ada dewasa ini diterapkan dalam kapitalisme. Apa itu kapitalisme ? Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Meskipun Indonesia tidak mengikuti paham ini dalam sistem perekonomiannya, tetapi secara tidak langsung paham ini sudah mulai merasuk dalam segenap jiwa rakyat negeri tercinta ini. Lihat saja di kota - kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, berapa banyak mall yang sudah berdiri atau sedang dalam proses pembangunan. Lihat saja parkir mobil atau motor di pusat perbelanjaan tersebut yang tidak pernah sepi. Itu menandakan bahwa kita telah menerapkan paham kapitalis meskipun secara teori negara tidak menganut ini.
Kita ambil contoh saja dalam hal belanja kebutuhan sehari - hari. Saat ini minimarket seperti indomaret atau alfamart berdiri di mana - mana. Bahkan dalam radius kurang dari 1 kilometer bisa ada lebih dari 1 minimarket tersebut. Mengapa bisa dikatakan kapitalis? Karena pemodal bisa mendirikan dimana - mana. Izin untuk mendirikannya sangat mudah, karena pemerintah kota atau kabupaten tidak berniat untuk membatasi jumlah minimarket yang berkembang. Kalau hal ini dibiarkan, bisa - bisa keberadaan toko biasa atau pasar bisa menghilang. Karena orang ramai - ramai berbelanja ke minimarket karena lebih nyaman dan lebih menjamin.
Sejak dahulu kala orang Indonesia sudah mempunyai sifat konsumtif. Namun akhir - akhir ini, semakin banyak orang yang terkena sifat ini, sampai pada taraf berlebihan. Pinjaman kredit dari bank juga semakin mudah. Gaya hidup orang Indonesia sekarang sudah mulai meniru gaya hidup orang barat. Sehingga banyak hal buruk yang mulai terjadi. Kita sudah tidak peduli dengan produsen - produsen rumahan atau skala kecil yang dikelola oleh orang Indonesia sendiri. Kita lebih memilih produk dari luar negeri yang mempunyai merk terkenal. Sehingga rasa cinta kebangsaan kita mulai luntur dengan semakin menjamurnya praktek kapitalis di negeri ini.
Mengapa pemerintah diam saja? Menurut saya, hal ini dikarenakan pemodal - pemodal itu mempunyai uang yang banyak, sehingga uang bisa masuk ke kas negara. Berbeda dengan usaha orang pribumi yang tidak menghasilkan uang sebanyak pemodal - pemodal asing tersebut. Sehingga saran yang bisa saya katakan adalah sejak dini ada mata pelajaran yang lebih mengajarkan cinta kepada Indonesia. Pelajaran PPKN atau PKn saja tidak cukup. Perlu ada suatu tindakan nyata yang lebih mengena kepada siswa - siswi Indonesia yang notabene adalah penerus bangsa untuk bisa meneruskan bangsa ini menjadi lebih baik. Selain itu, pemerintah seharusnya berani berkata tidak jika ada investor asing yang masuk. Kita sudah kebobolan dalam pengelolaan sumber daya alam seperti Freeport di papua, Newmont di Nusa tenggara dan yang lainnya. Jangan sampai kita kebobolan lagi dalam hal ini, karena akan lebih berbahaya daripada serangan langsung dari lawan. Sebaiknya mulai sekarang kita berniat untuk cinta kepada Indonesia, tanah air kita.
Sumber gambar: http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/649849/big/uang.jpg
Paham materialisme yang ada dewasa ini diterapkan dalam kapitalisme. Apa itu kapitalisme ? Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Meskipun Indonesia tidak mengikuti paham ini dalam sistem perekonomiannya, tetapi secara tidak langsung paham ini sudah mulai merasuk dalam segenap jiwa rakyat negeri tercinta ini. Lihat saja di kota - kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, berapa banyak mall yang sudah berdiri atau sedang dalam proses pembangunan. Lihat saja parkir mobil atau motor di pusat perbelanjaan tersebut yang tidak pernah sepi. Itu menandakan bahwa kita telah menerapkan paham kapitalis meskipun secara teori negara tidak menganut ini.
Kita ambil contoh saja dalam hal belanja kebutuhan sehari - hari. Saat ini minimarket seperti indomaret atau alfamart berdiri di mana - mana. Bahkan dalam radius kurang dari 1 kilometer bisa ada lebih dari 1 minimarket tersebut. Mengapa bisa dikatakan kapitalis? Karena pemodal bisa mendirikan dimana - mana. Izin untuk mendirikannya sangat mudah, karena pemerintah kota atau kabupaten tidak berniat untuk membatasi jumlah minimarket yang berkembang. Kalau hal ini dibiarkan, bisa - bisa keberadaan toko biasa atau pasar bisa menghilang. Karena orang ramai - ramai berbelanja ke minimarket karena lebih nyaman dan lebih menjamin.
Sejak dahulu kala orang Indonesia sudah mempunyai sifat konsumtif. Namun akhir - akhir ini, semakin banyak orang yang terkena sifat ini, sampai pada taraf berlebihan. Pinjaman kredit dari bank juga semakin mudah. Gaya hidup orang Indonesia sekarang sudah mulai meniru gaya hidup orang barat. Sehingga banyak hal buruk yang mulai terjadi. Kita sudah tidak peduli dengan produsen - produsen rumahan atau skala kecil yang dikelola oleh orang Indonesia sendiri. Kita lebih memilih produk dari luar negeri yang mempunyai merk terkenal. Sehingga rasa cinta kebangsaan kita mulai luntur dengan semakin menjamurnya praktek kapitalis di negeri ini.
Mengapa pemerintah diam saja? Menurut saya, hal ini dikarenakan pemodal - pemodal itu mempunyai uang yang banyak, sehingga uang bisa masuk ke kas negara. Berbeda dengan usaha orang pribumi yang tidak menghasilkan uang sebanyak pemodal - pemodal asing tersebut. Sehingga saran yang bisa saya katakan adalah sejak dini ada mata pelajaran yang lebih mengajarkan cinta kepada Indonesia. Pelajaran PPKN atau PKn saja tidak cukup. Perlu ada suatu tindakan nyata yang lebih mengena kepada siswa - siswi Indonesia yang notabene adalah penerus bangsa untuk bisa meneruskan bangsa ini menjadi lebih baik. Selain itu, pemerintah seharusnya berani berkata tidak jika ada investor asing yang masuk. Kita sudah kebobolan dalam pengelolaan sumber daya alam seperti Freeport di papua, Newmont di Nusa tenggara dan yang lainnya. Jangan sampai kita kebobolan lagi dalam hal ini, karena akan lebih berbahaya daripada serangan langsung dari lawan. Sebaiknya mulai sekarang kita berniat untuk cinta kepada Indonesia, tanah air kita.
Sumber gambar: http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/649849/big/uang.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar