Pernah tahu blue fire ? kalau tidak tahu silahkan melanjutkan membaca cerita wisata saya kali ini. Blue fire adalah api biru yang dihasilkan dari kawah sebuah gunung di jawa timur, tepatnya di kabupaten Banyuwangi, gunung itu bernama gunung Ijen. Di dunia hanya ada 2 api biru, salah satunya di kawah ijen ini. Maka dari itu saya ingin sekali pergi kesini karena ada hal spesial di tempat ini. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, teman - teman saya mengusulkan untuk berwisata akhir pekan kemarin. Langsung saja saya ajak ke Ijen, padahal sebelumnya saya tidak pernah berwisata ke tempat ini, bermodalkan arah dari google maps saja. Saya juga membaca referensi tentang kawah ijen di internet.
Setelah membaca baca, ternyata waktu yang
tepat untuk kesini adalah saat gelap atau dinihari, karena ketika
matahari sudah terbit maka api di kawah ini tidak berwarna biru lagi.
Akhirnya setelah saya hitung - hitung waktunya, saya putuskan berangkat
jam 5 sore dari Surabaya. Perjalanan saat menuju kota terdekat dari sana
dilewati dengan lancar, tetapi ketika sudah memasuki daerah menanjak
dan keluar dari daerah kota, adrenalin saya pun dipacu. Melewati jalan
sempit tanpa penerangan sama sekali dan tidak ada pemukiman, saya harus
tetap terjaga menyetir meskipun jam menunjukkan pukul 12 malam. Saya
mulai memasuki kawasan sepi ini sekitar pukul 11 malam. Saat jam 1 pagi,
saya sudah tiba di tempat pendakian, alhamdulillah.
Selama
perjalanan 2 jam di kawasan sepi ini saya hampir putus asa karena tidak
ada petunjuk di beberapa persimpangan, saya hanya mengandalkan insting.
Tidak lucu kan kalau sudah jauh mengemudi ternyata salah jalan. Tetapi
untungnya saya tidak tersasar sama sekali. Saat tiba kami langsung naik
ke atas dengan didampingi seorang pemandu. Di tulisan tercantum jarak ke
puncak adalah 3 km. Tetapi setelah dijalani ini jauh lebih banyak dari 3
km, bisa lebih dari 2 kali lipatnya, sungguh menipu. Disini dingin
sekali, sampai sampai ketika bernafas hidung kami mengeluarkan asap.
Teman
saya dan saya jarang olahraga, sehingga dibutuhkan banyak sekali
istirahat di tengah jalan, apalagi rombongan saya kebanyakan wanita.
Sehingga dibutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai di atas. Ternyata
setelah sampai di atas rasa dingin bertambah karena angin yang cukup
kencang. Bayangkan betapa dinginnya udara di puncak gunung ini. Untuk
melihat api biru, kami harus turun ke kawah di bawah agar mendapatkan
pemandangan yang menakjubkan. Perjalanan turun kawah pun tidak mudah,
melewati bebatuan terjal yang sangat miring. Apalagi perjalanan saya ini
dilakukan dinihari. Ketika matahari sudah mulai menampakkan wajahnya,
kami pun kembali ke atas kawah.
Disini
kami berfoto - foto karena matahari sudah terbit dan pemandangan pun
bisa terlihat dengan jelas. Setelah puas berfoto dan merasa sangat
kedinginan, kami pun turun ke tempat pendakian. Turun pun ternyata tidak
mudah, karena kami harus menahan beban tubuh di telapak kaki di jalanan
menurun. Kebanyakan pengunjung wisata ini adalah bule ketika bukan
musim liburan, jika musim liburan seperti ini bule tetap banyak, tetapi
wisatawan lokal lebih banyak. Ketika perjalanan pulang kami disuguhi
akan pemandangan alam yang indah. Sebenarnya saat berangkat kami juga
melewati daerah ini, tetapi karena sudah sangat malam, maka tidak
terlihat apa - apa kecuali jalanan yang diterangi lampu mobil. Ini adalah perjalanan yang sangat
panjang karena saya tidak tidur sama sekali untuk mengemudi dan mendaki
ke puncak gunung serta mengemudi lagi ketika pulang. Sepertinya badan
saya butuh istirahat total agar kembali bugar. Bagi kalian yang suka
akan keindahan alam, tempat ini wajib dikunjungi. Ijen menunggumu


hi tito salam kenal..mau tanya itu foto pas di blue fire nya apa pk flash ya? byr muka nya kliatan..thanks ya
BalasHapushai salam kenal juga :)
Hapusiya harus pakai flash, disana kan gak ada cahaya sama sekali, agar tahu wajah obyek foto aja harus pakai senter dulu