Bebek apa yang paling terkenal di daerah Surabaya ? banyak yang menjawab "bebek sinjay". Letaknya pun tidak di Surabaya sebenarnya, tetapi di Bangkalan, Madura. Namun gara - gara ada jembatan Suramadu, Surabaya Madura terasa dekat. Pertama kali mendengar nama bebek ini yang terbayang adalah pelayan - pelayan restoran yang memakai baju India, lalu alunan lagu bollywood mengiringi santap makan disini, bayarnya pun pake mata uang rupee. Padahal kenyataannya TIDAK sama sekali,hehehe.
Dari referensi yang penulis baca, tempat ini
ramainya "tidak lazim". Pertama, warung ini bukanya jam 7 pagi. Di jawa,
khususnya jawa timur, tidak lazim sarapan pagi dengan menggunakan
lalapan bebek. Kedua, tempatnya agak jauh dari Surabaya. Ketiga, hanya
beberapa jam setelah buka, makanan sudah habis, padahal sehari bisa
lebih dari 2000 porsi, dan tempat duduk yang tersedia pun sangat banyak.
Karena keanehan - keanehan itulah yang mendorong penulis untuk makan
disana. Berangkat jam setengah 7 pagi, perjalanan ditempuh dalam waktu
45 menit. Terdengar dekat, itu karena jalanan yang mulus dan sepi,
sehingga kecepatan rata - rata di atas 60 km/jam, sebenarnya tidak
sedekat yang dibayangkan. Penulis bertiga berangkat menggunakan motor
menggunakan motor. Sebelum berangkat sudah melihat letak warung di
google maps,hehehe.
Setelah
sampai, kami langsung memesan, ternyata yang ditanyakan bukan "pesan
apa ?", tetapi "pesan berapa?", karena menunya memang cuma SATU, bebek
sinjay plus teh botol sosro seharga 18 ribu, tidak ada yang lain. Karena
memang cuma satu menu, jadinya sudah disiapkan di dapur, sehingga
ketika kita bayar, makanan langsung bisa diantar ke meja. Setelah cuci
tangan, kita pun langsung makan. Kunyahan pertama pun dilakukan.
Hmmmmm......Kami pun langsung kalap. Enak banget ini bebek, apalagi ada
sambal yang rasanya cocok banget sama bebeknya. Meskipun pedas sambar
saja, terlanjur terhipnotis keenakannya,hehehe.
Sebenarnya ada satu lagi yang akan ikut yaitu Yogi, tetapi karena dia berangkat waktu kita udah sampai, niatnya pun diurungkan. Setelah tahu rasa bebek ini, baru sadar kalau memang enak. Saat kita pulang sekitar jam 8, warung ini sudah ramai akan pembeli. Banyak juga yang membungkus. Tetapi meskipun sudah tahu, tetap saja penulis heran,"Orang - orang ini setiap hari sarapan bebek ya kok setiap hari ramai" ,hmmm




Tidak ada komentar:
Posting Komentar