26 April 2019

Wisata Perahu Kalimas: Menyusuri Keindahan Lampu Pusat Kota Surabaya


Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya terus berbenah untuk menjadi kota kelas dunia yang tidak kalah dengan kota yang terlebih dahulu maju seperti Paris, London, Singapura, dan lainnya. Sejauh saya tau, kota besar di dunia yang memiliki sungai besar di tengah nya pasti memiliki wisata sungai, tentunya didukung oleh kondisi sungai yang bersih dan tidak bau. Surabaya saat ini memiliki wisata sungai seperti itu, meskipun tidak sebagus yang ada di negara tetangga seperti Singapura dan Bangkok, tetapi setidaknya ada kemajuan di sektor pariwisata ini. Surabaya dibelah oleh sungai Kalimas dan saat ini banyak taman dibangun di tepian sungai Kalimas sehingga kondisi sungai tidak lagi kumuh seperti dahulu kala. Wisata perahu Kalimas ini terletak di Taman Prestasi, jalan Ketabang Kali, Surabaya. Lokasinya tepat di tengah kota, jadi setelah DPRD kota Surabaya ada jembatan, nah disitu belok ke kiri, lokasinya juga sangat dekat dengan Balaikota Surabaya. Buka dari jam 8-15 di hari Senin-Jumat dan saat weekend ditambah wisata di malam hari pukul 18-21 dan siangnya hanya sampai jam 13 saja.










Saya kesana beramai - ramai jalan kaki dari Plaza Surabaya setelah menaiki Suroboyo Bus dari ITS, jadi ceritanya jalan - jalan sore menggunakan transportasi umum. Beruntungnya kami meskipun hari Jumat tetapi diadakan wisata perahu di malam hari karena saat itu sedang libur panjang. Kami tiba disana saat sore hari dan menunggu wisata buka jam 18, menikmati sore di taman prestasi ternyata menyenangkan, melihat tower Tunjungan Plaza menjulang serta matahari terbenam di belakangnya menambah kecantikan kawasan ini. Ternyata wisata perahu saat malam merupakan pilihan yang tepat karena lampu - lampu yang tergantung di atas sungai menyala dan tower di Tunjungan Plaza tidak statis melainkan dinamis sehingga ada permainan lampu disitu, sangat bagus. Tarif wisata perahu ini sangat murah hanya 4 ribu rupiah saja untuk mengitari sungai Kalimas ditemani cahaya lampu sungai selama kurang lebih 10-15 menit. Sayang nya wisata ini tidak cukup terkenal untuk mendongkrak pariwisata di Surabaya sehingga butuh promosi yang lebih gencar lagi karena tidak semua kota di Indonesia menawarkan keindahan perkotaan melalui sungai seperti ini.
Read more!

Sendai: Makan Ala Jepang Sepuasnya dengan Harga Terjangkau


Saat ini sedang banyak restoran yang menyajikan layanan makan sepuasnya (all you can eat), terutama restoran yang menyajikan makanan Jepang. Salah satu restoran all you can eat yang harganya cukup terjangkau adalah Sendai yang terletak di jalan Manyar Kertoarjo V nomor 8 Surabaya, tepatnya di dekat Bonnet Supermarket. Saat saya datang kondisi sepi, kondisi ini sebenarnya menguntungkan pengunjung yang akan datang kesini karena mekanisme pemesanan disini tidak ambil sendiri melainkan harus menuliskan pesanan di sebuah kertas dan kemudian pelayan restoran akan menyajikan pesanan kita di meja. Waktu pesan yang diberikan oleh mereka adalah 90 menit sedangkan waktu makan jika kondisi restoran penuh adalah 120 menit, kalau sepi rasanya waktu makan boleh lebih dari 120 menit. Hal utama yang menarik disini adalah harganya yang cukup terjangkau, 100 ribu sebelum pajak dengan pilihan makanan yang cukup beragam.














Beberapa makanan yang bisa kita pesan dengan puas adalah yakiniku dengan 2 pilihan jenis daging sapi. Nah yakiniku disini unik karena sudah dalam kondisi matang ketika disajikan, jadi tidak perlu menghabiskan waktu untuk panggang - panggang dulu di meja, menurut saya ini nilai plus karena bisa lebih ringkas dan cepat. Selain itu kita juga bisa memesan aneka sushi mulai dari sushi yang jumlah banyak per piring hingga sushi yang isi sedikit saja per piring. Poin plus nya adalah disini ada beberapa jenis makanan sushi yang jadi favorit di restoran sushi biasanya seperti chuka kurage (ubur - ubur), tamago (telur dadar), dan chuka idako (gurita). Sayang nya tidak ada mentai yang menjadi favorit saya juga, kalau ada wah bakal doyan banget tuh. Selain itu jika pingin makan mie juga ada ramen disini, kalau ingin nasi ada ayam kare juga disini, cukup lengkap lah. Soal rasa menurut saya sudah cukup enak sesuai dengan harganya dan bisa makan sepuasnya. Bagi kamu yang ingin makan kenyang tempat ini patut direkomendasikan.
Read more!

Batam: Lokasi Favorit untuk Transit ke Singapura


Pertama kali saya keluar negeri saat SMA dahulu, saya mengunjungi negara Singapura melalui pulau Batam, provinsi Kepulauan Riau. Saat itu mengunjungi Singapura melalui Batam menjadi pilihan favorit wisatawan karena konon lebih murah, berbeda dengan saat ini dimana harga tiket pesawat ke Singapore lebih murah daripada ke Batam, jangan - jangan sekarang berlaku sebaliknya, orang dari Jawa mau ke Batam melalui Singapore. Saat itu saya hanya menumpang makan saja di restoran Kampoeng Soenda Bandung yang letaknya tidak terlalu jauh dari Batam Center, tempat saya menyeberang nanti. Penyeberangan ke luar negeri dari Batam bisa menuju ke Singapura dan Malaysia, harganya pun cukup terjangkau hanya 200-300 ribu saat itu. Kondisi penyeberangan sangat ramai karena banyak orang yang akan menuju dan keluar dari negara tetangga.



Kesan saya saat itu terhadap kota Batam adalah tanahnya merah, begitu keluar bandara langsung disuguhi pemandangan bukit - bukit kecil dengan tanah berwarna merah. Selain itu Batam masih sepi dan banyak ruko - ruko yang ada di kanan kiri jalan. Dari Batam kita bisa melihat pemandangan gedung - gedung pencakar langit yang ada di Singapura. Batam merupakan kota yang dikelola oleh badan khusus yang saat itu terkenal disebut dengan "Otorita Batam", berasa di film - film yang mempunyai badan tersendiri ya. Batam merupakan kawasan perdagangan bebas untuk meningkatkan iklim investasi di Batam karena lokasi Batam yang sangat strategis berada di jalur perdagangan internasional. Saya tidak sempat berkeliling ke wisata - wisata yang ada di Batam saat itu, melihat potensi wisata di Batam yang cukup bagus maka lain kali saya akan berwisata kesana jika ada kesempatan.
Read more!
badge